Sebuah renungan. Keluhuran akhlak yang akan di kenang orang, bukan kecantikan atau ketampanan wajah yang digunakan untuk berbuat maksiat kepada sang pencipata Allah SWT. Kedua, kejahatan pasti akan dikenang. Tapi kebaikanlah yang akan terus dikenang, bukan CS yang cantik tapi berhati jutek dan tanpa respek sama sekali. Inti kebaikan akan terus dikenang dan hidup walau pemiliknya sudah meniggalkan dunia yang fana. Ketiga, tiada evaluasi dan perbaikan diri jikalau manusia sudah berbantalkan tanah dan kegelapan. Selagi nafas masih ada lakukanlah perbaikan sampai maut mengentikan langkah hidup manusi. Berazzamlah sekuat tenaga untuk melakukan perbaikan diri, berdoalah supaya diberi kesempatan untukitu. Bagi yang muda usia bukanlah untuk hura-hura tapi untuk melakukan amal yang berkualitas dan paling unggul. Keempat, janganlah bertobat nunggu hari tua, karena usia siapa yang tahu.
Kamis, 31 Januari 2013
Senin, 21 Januari 2013
Design Thinking
Evolusi Semangat dan Cita-cita
1. Kejam pada diri sendiri; yaitu memperketat diri sendiri dengan aktivitas yang lebih bermanfaat. Kegiatan yang tidak terlalu penting di pending saja atau di buang saja.( Kang Abik)
o Focus, punya cita-cita dan buku catatan
o Punya skala prioritas
o Program yang jelas
o Belajar untuk melakukan yang terbaik
o Tidak perhitungan dalam sedekah
o Tegas pada diri sendiri, dan "lembut" sama orang lain
2. Hadapi Realita.
o Tidak panjang angan-angan
o Tekun dan tidak merugikan orang lain
o Banyak jalan menuju Mekkah
o Berdayakan apa yang ada
3. Kesuksesan milik semua orang
o Aktivitas yang dilakukan hari ini sangat menentukan dimasa yang akan datang
o Doa dan Ikhtiar, tidak melulu hanya Ihktiar tanpa doa
o Sukses ada ditangan Anda bukan di tangan orang lain.
o Experience Is The Best Teacher
4. Filosofi Kacamata Kuda. (memaknai melebur tapi tidak terpengaruh)
o Tidak terpengaruh oleh lingkungan alias punya Imunt
o Tidak terpengaruh dengan kata-kata yang membuat anda tidak optimis, membuyarkan cita-cita, dan mematahkan Azzam atau semangat
o Tidak menolak patah gara-gara materi semata
5. Membungkam kritik dengan bukti. Sepeda-pedas kritik adalah dengan bukti, kita tidak bisa memaksa orang lain untuk mengkritik dengan hal-hal yang baik terus. Karena kritik adalah salah satu persepsi orang mengenai kepribadian. Baik sikap, cara bertutur, dan sebagainya. Motivitiasi orang mengkritik juga bermacam-macam. Ada yang kritik bernada membangun, berisi tausyiah, bernada merendahkan, atau hanya sekedar persepsi saja.
Kamis, 17 Januari 2013
Bumi Menelan Air
air....air...air...
pagi buta, sejenak...
menatap awan putih tak berarak
air tak mengetuk...
air berkubik-kubik...
turun dari langit...
tak meresap...
tak terserap
lunglai akibat pongah jumawa
tanah di ganti benda keras tak bernyawa
sana-sini keras
tak sedikitpun air bisa meretas
mengambang lalu pergi...
berkumpul...
berjuta-berjuta ton air turun...
diatas sana langit putih...
bumi masih tolerir
air berjuta-bahkan bermilyar...
Ia telan tanpa tersedak...
bahkan batukpun tidak...
sejenak air merata...
sejenak sepinggang orang dewasa...
sejenak selutuh anak kecil tertawa...
Bumi menelan air tanpa bercerita...
pagi buta, sejenak...
menatap awan putih tak berarak
air tak mengetuk...
air berkubik-kubik...
turun dari langit...
tak meresap...
tak terserap
lunglai akibat pongah jumawa
tanah di ganti benda keras tak bernyawa
sana-sini keras
tak sedikitpun air bisa meretas
mengambang lalu pergi...
berkumpul...
berjuta-berjuta ton air turun...
diatas sana langit putih...
bumi masih tolerir
air berjuta-bahkan bermilyar...
Ia telan tanpa tersedak...
bahkan batukpun tidak...
sejenak air merata...
sejenak sepinggang orang dewasa...
sejenak selutuh anak kecil tertawa...
Bumi menelan air tanpa bercerita...
Selasa, 15 Januari 2013
Tekad Itu...
Tekad itu ternyata tak seperti roda yang mudah digerakkan. Mundur dan maju ataupun digilincirkan dengan sembarang. Ia juga tak seperti anak tangga yang mudah untuk dinaiki sampai tangga yang terakhir. Boleh dibilang ia seperti sekumpulan awan yang bergerak terus menerus. Lalu awan itu menampung berton-ton bakal air hujan. Sehingga mampu menghasilkan air hujan yang deras, lalu membasahi perut-perut bumi. Hingga menumbuhkan pepohonan,biji-bijian, sert warna-warni bunga yang mempesonakan panca indera.
Tekad adalah sebuah pembebasan diri dari sesuatu yang membuat dirinya apatis, minder dan tidak punya keberanian. Ia adalah titik kulminasi dari kejenuhan-kejenuhan individu yang hendak keluar dari kubang-kubang kesia-siaan hidup saja.
Kemalasan bertindak (berjalan di tempat saja tanpa keinginan untuk pindah). Tekad juga berarti sebuah target-target pribadi,hingga ia berhasil melewatinya. Tetapi tekad juga harus memiliki kekuatan lain yaitu sebuah proses. Selama tekad masih ada maka pasti akan menghadapi proses-proses panjang yang harus dilewati
Tekad adalah sebuah pembebasan diri dari sesuatu yang membuat dirinya apatis, minder dan tidak punya keberanian. Ia adalah titik kulminasi dari kejenuhan-kejenuhan individu yang hendak keluar dari kubang-kubang kesia-siaan hidup saja.
Kemalasan bertindak (berjalan di tempat saja tanpa keinginan untuk pindah). Tekad juga berarti sebuah target-target pribadi,hingga ia berhasil melewatinya. Tetapi tekad juga harus memiliki kekuatan lain yaitu sebuah proses. Selama tekad masih ada maka pasti akan menghadapi proses-proses panjang yang harus dilewati
Jumat, 11 Januari 2013
De Ja Vu
Semuanya terasa begitu cepat berlalu, hingga aku sulit untuk menemukan waktu untuk menghitung setiap jengkal nafas kehidupan. semua raga dan jiwa akan berubah, seiring perubahan waktu yang ada.
Selasa, 08 Januari 2013
Menemukan Kebenaran
Ketika kaki terasa berat melangkah. Kepada kesungguhan ketaatan, jiwa mereka entah dimana berpijak. Tak berakar, tak punya azzam untuk meniti asa kepada Rabb tercinta.
“kelelahan” dalam ketaatan, aku tak berani menyebut sebagai kemalasan. Satu kata ini (malas) sungguh sangat membinasakan setiap jengkal cita-cita. Hanya akan tersisa angan-angan kosong tak bermakna hidup. “kelelahan” dalam ketaatan kepada Allah menyebabkan dirinya enggan melakukan apa yang disukai Allah. Bahkan aku kerap berjumpa atau bersuka cita dengan kemaksiatan yang meraung-raung meminta untuk di segerakan keinginannya. Setelah itu semua. Setan tertawa terbahak-bahak penuh dengan kemenangan.
Aku memang tak tahu kapan Fujur dan Taqwa. Maka peran do’a sangat penting . Ketika fujur datang, maka Allah segera menyelamtkan kembali kepada Taqwa. Rasa sayang Allah kepada para hambanya melebihi segala-galanya. Disaat tergelincir (maksiat), disaat itu pula aku masih bisa bernafas, tenggorokan masih bisa menelan makan, hidung masih sanggup menghirup udara segar.
Sesungguhnya aku harus berusaha untuk segera bergerak untuk memperbaiki, melipatkan semangat, dan meraih ridho Ilahi. Moment-moment seperti inilah yang harus direnungi dan dihayati. Apa hikmah di balik semua ini. Sebuah kenyataan yang harus ditemukan kembali. Sebuah kebenaran yang hampir lepas dalam hidup ini. Haruslah dipegang kuat-kuat.
Aku kembali membuka catatan berikutnya. Aku temukan sebuah judul yang masih ada kaitannya dengan judul “menemukan kebenaran”. Judulnya adalah “Sebuah Tekad”.
“kelelahan” dalam ketaatan, aku tak berani menyebut sebagai kemalasan. Satu kata ini (malas) sungguh sangat membinasakan setiap jengkal cita-cita. Hanya akan tersisa angan-angan kosong tak bermakna hidup. “kelelahan” dalam ketaatan kepada Allah menyebabkan dirinya enggan melakukan apa yang disukai Allah. Bahkan aku kerap berjumpa atau bersuka cita dengan kemaksiatan yang meraung-raung meminta untuk di segerakan keinginannya. Setelah itu semua. Setan tertawa terbahak-bahak penuh dengan kemenangan.
Aku memang tak tahu kapan Fujur dan Taqwa. Maka peran do’a sangat penting . Ketika fujur datang, maka Allah segera menyelamtkan kembali kepada Taqwa. Rasa sayang Allah kepada para hambanya melebihi segala-galanya. Disaat tergelincir (maksiat), disaat itu pula aku masih bisa bernafas, tenggorokan masih bisa menelan makan, hidung masih sanggup menghirup udara segar.
Sesungguhnya aku harus berusaha untuk segera bergerak untuk memperbaiki, melipatkan semangat, dan meraih ridho Ilahi. Moment-moment seperti inilah yang harus direnungi dan dihayati. Apa hikmah di balik semua ini. Sebuah kenyataan yang harus ditemukan kembali. Sebuah kebenaran yang hampir lepas dalam hidup ini. Haruslah dipegang kuat-kuat.
Aku kembali membuka catatan berikutnya. Aku temukan sebuah judul yang masih ada kaitannya dengan judul “menemukan kebenaran”. Judulnya adalah “Sebuah Tekad”.
Senin, 07 Januari 2013
Wiro Sableng Vs Naruto
EPISODE 1
Matahari sudah semakin tinggi. tetapi pertarungan belum juga berakhir. Naruto sudah mengeluarkan Kagebunshin, tetapi dapat di tangkis dengan Kapak Naga Geni 212. Naruto telah menganggap remeh kesaktian Wiro Sableng. pertarungan semakin sengit, mana kala Wiro mulai mengeluarkan jurus-jurus anehnya.
Matahari sudah semakin tinggi. tetapi pertarungan belum juga berakhir. Naruto sudah mengeluarkan Kagebunshin, tetapi dapat di tangkis dengan Kapak Naga Geni 212. Naruto telah menganggap remeh kesaktian Wiro Sableng. pertarungan semakin sengit, mana kala Wiro mulai mengeluarkan jurus-jurus anehnya.
"Jurus Monyet Melempar Buah,..." teriak Wiro
"Hei anak jepang berambut kuning, kau akan merasakan bagaimana jurusku ini." sengit Wiro
Naruto tampak heran dengan jurus aneh yang di keluarkan oleh Wiro. lawan baru yang selalu memegang kapak bertuliskan angka 212
" Alah...jangan banyak omong kau!, saya tak takut dengan jurus murahan itu." sumbar Naruto
"Kagebunshin!", teriak Naruto. Naruto tak patah semangat untuk mengeluarkan jurus yang satu ini.
Kagebunsin termasuk jurus kesukaan Naruto yang bisa merubah dirinya menjadi seribu bayangan.
Wiro mendelik melihat begitu banyak bayangan Naruto di depan. segera ia mempercepat jurusnya agar jadi jurus yang ampuh.
"Hahh!"
Jumat, 04 Januari 2013
SEKILAS INFO
1000 cc adalah motor dengan tenaga besar dibanding dengan Moto GP sebelumnya. Moto GP sekarang bertambah 25 lagi tenaga kuda. Dengan bobot motor bertambah 2 Kilogram. Gaya balap pun akan semakin berbeda.
Seorang Rider akan lebih di tuntut untuk lebih Improve dalam menunggang kuda besi 1000cc. yang lebih penting persaingan musim 2013 akan lebih seru lagi. Para Rider pada pindah bascamp.
Rosi kembali Yamaha...begitu juga dengan para pembalap lainnya.
demikian sekilas info.
Ini Apiku
Seperti itulah ke indahan manusia di jagad raya ini, ia seperti kupu-kupu sedap di pandang yang sebelumnya adalah ulat, lalu berubah menjadi kepompong. Untuk menjadi kupu-kupu harus melewati proses-proses alamiah sunnatullah. Dalam proses untuk menjadi kupu-kupu ada perjuangan, kesabaran juga kesungguhan agar semakin sempurna ke indahannya. Setelah itu akan berterbangan untuk memulai kehidupan baru. Tidak hanya belajar terbang, tapi juga belajar tentang lingkungan barunya, tentang siapa yang memberi kekuatan kepadanya, lalu kemudian terbang kesana-kemari mencari titik-titik asal muasalnya. Semata agar tidak mudah terjerembab dalam kekauan hidup yang monoton, ia ingin terus out of the book. Asal dalam frame Ilahiyah. Tidak ingin di sebut sebagai penambah beban bumi saja, manusia terus ‘terbang’ dan terbang layaknya kupu-kupu. Kalau jatuh, “kram kakinya”, sekuat tenaga akan bangkit agar punya nilai di hadapan-Nya.
Kalau manusia “terbang” tanpa memperhatikan rambu-rambu yang ada, maka akan menerobos segala nilai-nilai hidup, akan terus menerabas, memotong yang ada tanpa merasa akan adanya suatu masa yang akan “menyakitkan” karena menyesal tidak bisa terlahir kembali di dunia yang telah membuat besar namanya. Hanya kelembutan-Nya yang akan menyelamatkan manusia pada hari di mana manusia berterbangan seperti Anai-Anai.
Sebagai manusia patut bercermin pada apa yang ada di permukaan semuanya. Tak terkecuali bercermin pada seekor kupu-kupu. Selanjutnya manusia berpikir mendalam untuk menemukan kelemahan-kelemahan jiwa lalu berproses seperti kupu-kupu, menjadikannya kesadaran baru yang kemudian terus di semai agar menjadi pribadi yang bener-bener baru dan berbeda. Bukankah menjadi pribadi yang berbeda bukan sebuah aib selama dalam titian ilahi, dan selama tidak meninggalkan “sisi-sisi” keindahan layaknya kupu-kupu.
Setiap proses hidup, menyiratkan bahwa manusia berubah bertahap untuk menghasilkan “New Man”. Pesona-pesona jiwa yang menyenangkan setiap orang yang di jumpai dengan karakter kepribadian yang di miliki. Berusaha untuk tidak membiarkan dirinya terserang penyakit yang merapuhkan akal dan pikirannya. Hal seperti ini tidak diperoleh dalam satu suapan, layaknya mengenyangkan perut. Semua itu hasil dari kumpulan-kumpulan kebaikan yang diperolehnya dengan susah payah, namun hasilnya semakin mengenyangkan jiwa dan akalnya. Dari itu akan menguatkan yang sudah rapuh, dan menjernihkan sesuatu yang mulai keruh butek kecoklatan.
Manusia juga berproses bukan sekedar dimensi kehidupan saja tapi harus sampai ke dalam kesempurnaan dimensi dari cita-cita hidup. Bukan sebuah alternative semu, tapi ia sebuah pilihan yang tak bisa diproses secara instan. Bukan merupakan terminal akhir dari sebuah perjuangan hidup. Buka mata lihat sekeliling, terima nasehet, jalin silaturahmi, dan instropeksi diri. Adalah intisari lain dari kisah ini.
Kisah hidup yang tak berujung kecuali dalam hatinya ada ketenangan dan kedamaian dalam memaknai sebuah perjalanan hidup. Mencoba memberi warna dari sebuah perjalanan. Mencoba memaknai sebuah kesalahan, karena hidup harus terus berjalan. Mencoba melepaskan paku yang tertancap dalam dinding kemudian mendempulnya. Mencoba menentramkan sukma yang rindu akan ketenangan jiwa.
Perjuangan hidup seorang anak manusia. Berawal dari sesuatu dan menjadi sesuatu layakanya seperti kupu-kupu. Kupu-kupu yang dulunya berasal dari ulat, lalu lama kelamaan berubah menjadi kupu-kupu yang indah di mata. Begitu juga manusia sepatutnya manusia belajar dari “misteri” perubahan kupu-kupu itu.
Ada kalanya seekor Kupu-Kupu melompat dengan terbang pendek ke dahan satu ke dahan lainnya. Seperti jua diriku yang punya salah satu satu lompatan terbaik dalam perjalanan hidup, lompatan ku pun pernah menginjakan kedua kakinya pada udara segar kaum kampus.
Kehidupanku sebenarnya berawal dari sebuah titik-titik ketidakoptimisan dalam meraih cita-citaku, perjalanannya di bawah seringai tetangga yang tak percaya, kalau anak kere itu bisa melompat jauh bak Impala. Berani keluar kampung, merantau menuntut ilmu dengan cara apapun asal halal, tak peduli lagi rasa malu berhutang, Asal Drop Out tak lagi jadi hantu bagiku. Sebuah catatan yang melanda kaum pelajar bergelar “maha”, seharusnya “maha” dalam segala sesuatu, tapi tidak untukku. Ada dunia lain yang harus di kejar, kalau tidak namanya akan terbuang dalam catatan kemahasiswaan.
Bagi mahasiswa mungkin Kata-kata DO bukan OD terasa menyekat tenggorakan, dan menghentikan langkah yang makin terseok saja. Aku tidak bisa membayangkan wajah Ayah dan Ibu, bila anaknya tercinta mendapat status DO selama-lamanya, tanpa bisa memperbaiki barang sejenak, maka aku tidak dapat memaafkan diriku sendiri. Ku putar balik arah agar catatan akhir kuliah tidak mendapat raport merah. Selain gelar Mahasiswa Abadi juga tak suka kupakai.
Untuk sekali ini kawan-kawan, semuanya agar catatan akhir kuliah bisa menambal rasa lelah, lapar yang tak terkira rasanya sampai lutut gemetaran hingga telapak tangan pun berembun, haus dahaga, memberikan gizi terbaik bagi tubuhku yang pernah kurus kering, juga menambal harga diri keluarga di mata tetangga yang syirik.
Ku pacu diriku agar tetap bertahan, berusaha untuk sesuatu yang terburuk sekalipun, Black List sempat menggelisahkanku. Ku jalani itu semua hanya untuk sebuah lompatan terbaikku selama ada dalam catatan akhir kuliah.
Kamis, 03 Januari 2013
Nyanyian Sahabat
pagi menyapa
balutan cahaya
sarapan sederhana
piring berbeda
pagi bertemu
pandangan tertuju
jantung bertemu
berdegup bertalu-talu
langit merekah disana
mawar merekah
pagi tak berbintang
mungkinkah pagi berbintang
sahabat...
kelas-kelas berbeda
seperti logika "bercinta"
empat mata, satu cerita
sahabat...
kantin prasasti
mencoba tuk jati diri
jari-jari menari
sabahat...
bertemu dalam cerita
berpisah dalam cerita
bersatu dalam cerita
sahabat...
pertemuan kita
akankah bermakna
seperti nemo menemukan ayahnya
sabahat...
tawa, sedih, bahagia ada disana
di pinggiran trotoar disana
duduk-duduk membuat cerita
sahabat...
debu-debu kelas masih melayang
sehari isi sehari kosong
ada cerita dalam tiap jantung
sahabat...
aku dejavu
kamu dejavu
kitapun dejavu
balutan cahaya
sarapan sederhana
piring berbeda
pagi bertemu
pandangan tertuju
jantung bertemu
berdegup bertalu-talu
langit merekah disana
mawar merekah
pagi tak berbintang
mungkinkah pagi berbintang
sahabat...
kelas-kelas berbeda
seperti logika "bercinta"
empat mata, satu cerita
sahabat...
kantin prasasti
mencoba tuk jati diri
jari-jari menari
sabahat...
bertemu dalam cerita
berpisah dalam cerita
bersatu dalam cerita
sahabat...
pertemuan kita
akankah bermakna
seperti nemo menemukan ayahnya
sabahat...
tawa, sedih, bahagia ada disana
di pinggiran trotoar disana
duduk-duduk membuat cerita
sahabat...
debu-debu kelas masih melayang
sehari isi sehari kosong
ada cerita dalam tiap jantung
sahabat...
aku dejavu
kamu dejavu
kitapun dejavu
Rabu, 02 Januari 2013
Arti Kesalahan buat Ku
Dalam keadaan apapun biasanya aku menyempatkan membuka catatan-catatan kecil di buku yang mirip semacam Dairy. Dengan membacanya aku merasa sedikit terobati, karena menemukan semacam obat yang cukup mujarab, diantara isianya:
Melakukan Suatu kesalahan adalah pertanda manusia mempunyai karakter. Karena manusia memang tak ada yang sempurna. Jangan khawatier selalu ada kesempatan kedua bila ingin memperbaiki kesalahan, atau paling tidak terjatuh pada kesalahan yang sama. Kesalahan itu apabila kita tidak bisa mengambil pelajaran dari kesalahan yang dilakukannya. Hasil pengalaman biasanya pribadi akan menjadi lebih dewasa dan lebih berhat-hati dalam bertindak
.
Life must Go on. Begitulan aku sering menasehati diriku sendiri bila melakukan kesalahan-kesalahan. Atau aku inget kata-kata Maleo dalam film The Nias: manusia memang tak lepas dari kesalahan, tapi manusia tidak boleh berhenti karena kesalahan, manusia harus tetap hidup untuk mendempul kesalahannya. Agar menjadi mulus semakin mulus.
Kesalahan adalah bukti bahwa manusia bukanlah manusia yang serba bisa, dan tidak punya cela sedikitpun. Tentunya aku sudah tahu, manusia adalah mahluk yang punya mata, hati dan akal, inilah yang membedakan manusia dengan hewan yang tidak punya pikiran. Sifat "kesalahan" akan selalu melekat pada makhluk yang bernama manusia.
Melakukan Suatu kesalahan adalah pertanda manusia mempunyai karakter. Karena manusia memang tak ada yang sempurna. Jangan khawatier selalu ada kesempatan kedua bila ingin memperbaiki kesalahan, atau paling tidak terjatuh pada kesalahan yang sama. Kesalahan itu apabila kita tidak bisa mengambil pelajaran dari kesalahan yang dilakukannya. Hasil pengalaman biasanya pribadi akan menjadi lebih dewasa dan lebih berhat-hati dalam bertindak
.
Life must Go on. Begitulan aku sering menasehati diriku sendiri bila melakukan kesalahan-kesalahan. Atau aku inget kata-kata Maleo dalam film The Nias: manusia memang tak lepas dari kesalahan, tapi manusia tidak boleh berhenti karena kesalahan, manusia harus tetap hidup untuk mendempul kesalahannya. Agar menjadi mulus semakin mulus.
Kesalahan adalah bukti bahwa manusia bukanlah manusia yang serba bisa, dan tidak punya cela sedikitpun. Tentunya aku sudah tahu, manusia adalah mahluk yang punya mata, hati dan akal, inilah yang membedakan manusia dengan hewan yang tidak punya pikiran. Sifat "kesalahan" akan selalu melekat pada makhluk yang bernama manusia.
Nyanyian Sahabat
menatap wajah dengan kaku
berpaling rasanya kaku
sahabat baru di depan mataku
ku hampiri tapi ku ragu
duduk ku seperti empedu
lelah ku memangku
tangan ku pada dagu
duduk di kelas sendiri
sahabat menyapa seperti peri
tanpa iri dengki
ku balas sapa memberanikan diri
waktu terus berlalu
roda cerita tercatat dalam buku
senang, ia pun tak jemu
susah, ia pun tak berlalu
sahabat...
waktu berjalan begitu cepat
seolah tak ada rehat
kini kita di persimpangan yang rumit
perjalanan masih panjang
berpisah dalam genggaman tangan
hanya beradu pandang
saling melepas tuk sebuah jalan
sahabat... takdirlah yang bercerita
kita menjalani dengan jiwa
jalan kita berbeda
berharap pada muara yang sama
sahabat...
selamat tinggal sahabat
berharap berada jembatan cepat
mengarungi cita-cita dan obsesi
berpaling rasanya kaku
sahabat baru di depan mataku
ku hampiri tapi ku ragu
duduk ku seperti empedu
lelah ku memangku
tangan ku pada dagu
duduk di kelas sendiri
sahabat menyapa seperti peri
tanpa iri dengki
ku balas sapa memberanikan diri
waktu terus berlalu
roda cerita tercatat dalam buku
senang, ia pun tak jemu
susah, ia pun tak berlalu
sahabat...
waktu berjalan begitu cepat
seolah tak ada rehat
kini kita di persimpangan yang rumit
perjalanan masih panjang
berpisah dalam genggaman tangan
hanya beradu pandang
saling melepas tuk sebuah jalan
sahabat... takdirlah yang bercerita
kita menjalani dengan jiwa
jalan kita berbeda
berharap pada muara yang sama
sahabat...
selamat tinggal sahabat
berharap berada jembatan cepat
mengarungi cita-cita dan obsesi
Kamis, 27 Desember 2012
Suara
Suara...
Saat-saat indah datang menjelma
Terasa hidup lebih berwarna
Inilah kisah cinta dua anak manusia
Berbingkai penuh kesucian
Aroma surga dunia indah menawan
Dua sejoli yang tertambat suara cinta
Suara hati mereka terpesona
Bibir pun tersungging senyum
Tanda kebahagiaan, menjelang tak terbendung
Pada setiap detakan jantung
Dalam helaian nafas panjang
“ Ya Allah….ku menyadari bahwa cinta adalah anugerah yang tertanam pada adam dan hawa. Oh…Allah kini meraka bersanding dalam ridhomu menggapai simpati maknawi hidup. Oh.. Allah ku menyadari. Nikmat mana lagi yang harus di dustakan mahluk dunia. Dan cinta memang tidak bisa di paksakan, tak mudah seperti desingan peluru yang merobek belahan jantung, atau seperti tusukan tombak menusuk lambung-lambung yang lemah”.
Ya Allah ku berdoa dalam sujud-sujud panjang.
Berikanlah kepada mereka
Kemampuan saling memperhatiakn, memahami, mengalah, melindungi dan membimbing.
Yang tersembunyi di hati mereka
Yang keluar dari suara hati
Dan yang paling penting.. Allah anugerahkan kepada mereka berdua, kemampuan untuk saling menerima apa adanya, mengakui dan menghargai kekurangan kelebihan dan satu sama lain semakin membuat dekat dengan-Mu . Karena, Rabb? Itulah makna cinta sejati. Puisi ini sebenarnya akan di bacakan pada pernikahan Ka’ Ahmad dan Ayu, Tapi g jadi, but lain kali ada waktu yang terbaik.
Saat-saat indah datang menjelma
Terasa hidup lebih berwarna
Inilah kisah cinta dua anak manusia
Berbingkai penuh kesucian
Aroma surga dunia indah menawan
Dua sejoli yang tertambat suara cinta
Suara hati mereka terpesona
Bibir pun tersungging senyum
Tanda kebahagiaan, menjelang tak terbendung
Pada setiap detakan jantung
Dalam helaian nafas panjang
“ Ya Allah….ku menyadari bahwa cinta adalah anugerah yang tertanam pada adam dan hawa. Oh…Allah kini meraka bersanding dalam ridhomu menggapai simpati maknawi hidup. Oh.. Allah ku menyadari. Nikmat mana lagi yang harus di dustakan mahluk dunia. Dan cinta memang tidak bisa di paksakan, tak mudah seperti desingan peluru yang merobek belahan jantung, atau seperti tusukan tombak menusuk lambung-lambung yang lemah”.
Ya Allah ku berdoa dalam sujud-sujud panjang.
Berikanlah kepada mereka
Kemampuan saling memperhatiakn, memahami, mengalah, melindungi dan membimbing.
Yang tersembunyi di hati mereka
Yang keluar dari suara hati
Dan yang paling penting.. Allah anugerahkan kepada mereka berdua, kemampuan untuk saling menerima apa adanya, mengakui dan menghargai kekurangan kelebihan dan satu sama lain semakin membuat dekat dengan-Mu . Karena, Rabb? Itulah makna cinta sejati. Puisi ini sebenarnya akan di bacakan pada pernikahan Ka’ Ahmad dan Ayu, Tapi g jadi, but lain kali ada waktu yang terbaik.
Sabtu, 22 Desember 2012
David Beckham-sekilas
Tahun 1992 adalah tahun terburuk bagi Beckham, gimana tidak, Beckham di keluarkan oleh wasit, dan ia di anggap sebagai penjahat karena di anggap menjadi momok kekalahan pada piala dunia. Inggris Vs Argentina.
4 tahun kemudian, tepatnya tahun 1996. Beckham menjadi pahlawan sekaligus kapten terbaik. dengan tendangan Finaltinya, dan dianggap sebagai gol terbaik, yang bisa mengalahkan Argentina dan mengusirnya pulang.
4 tahun kemudian, tepatnya tahun 1996. Beckham menjadi pahlawan sekaligus kapten terbaik. dengan tendangan Finaltinya, dan dianggap sebagai gol terbaik, yang bisa mengalahkan Argentina dan mengusirnya pulang.
Kepercayaan
Kehilangan kepercayaan dari orang baik dan di hormati segenap hati, adalah sesuatu yang begitu menyakitkan. apalagi kenyataannya kita belum dinyatakan bersalah.
Hari terus berjalan, sebagai manusia berakal tidak larut dalam kenyataan pahit. hilangnya kepercayaan dari seseorang tidak lantas menjadikan kita terpuruk dalam lembah ketidakpercayaan diri.
Adakalanya hilangnya kepercayaan dari seseorang, akan muncul kembali kepercayaan lain dari seseorang di luar dugaan. manakala jika kita memang benar-benar dalam jalur kebenaran.
Mungkin yang perlu dimunculkan kembali adalah, rasa percaya diri akan kebeneran yang akan muncul kemudian hari secara terang benderang. tinggal bagaimana sikap yang akan di munculkan bila lingkungan mendesak kita untuk mengakui suatu keburukan yang sama sekali tidak kita lakukan. salah satu sebabnya karena hilangnya kepercayaa dari seseorang.
Menunjukan bukti yang benar lewat media apapun, tidak berarti apapun, jika tidak di iringi dengan kesungguhan.
Musibah terbesar adalah hilangnya kepercayaan dari sang Maha pemberi Keyakinan. Allah SWT.
Percaya akan kebenaran adalah paradigma yang benar dan terpercaya.
Hari terus berjalan, sebagai manusia berakal tidak larut dalam kenyataan pahit. hilangnya kepercayaan dari seseorang tidak lantas menjadikan kita terpuruk dalam lembah ketidakpercayaan diri.
Adakalanya hilangnya kepercayaan dari seseorang, akan muncul kembali kepercayaan lain dari seseorang di luar dugaan. manakala jika kita memang benar-benar dalam jalur kebenaran.
Mungkin yang perlu dimunculkan kembali adalah, rasa percaya diri akan kebeneran yang akan muncul kemudian hari secara terang benderang. tinggal bagaimana sikap yang akan di munculkan bila lingkungan mendesak kita untuk mengakui suatu keburukan yang sama sekali tidak kita lakukan. salah satu sebabnya karena hilangnya kepercayaa dari seseorang.
Menunjukan bukti yang benar lewat media apapun, tidak berarti apapun, jika tidak di iringi dengan kesungguhan.
Musibah terbesar adalah hilangnya kepercayaan dari sang Maha pemberi Keyakinan. Allah SWT.
Percaya akan kebenaran adalah paradigma yang benar dan terpercaya.
Orang
aku tak menyepelekan orang
apalagi untuk mengkambing hitamkan orang
aku hanya memberi sedikit kenyataan pada orang
dewasalah sedikit orang
kamu udah gede orang
motivasilah orang
lebih tua orang
ujung-ujung orang
pemecatan malang
kenyaatan sekarang
haruslah berlapang-lapang
Allah tak pernah salah nilai orang
apalagi untuk mengkambing hitamkan orang
aku hanya memberi sedikit kenyataan pada orang
dewasalah sedikit orang
kamu udah gede orang
motivasilah orang
lebih tua orang
ujung-ujung orang
pemecatan malang
kenyaatan sekarang
haruslah berlapang-lapang
Allah tak pernah salah nilai orang
Jumat, 21 Desember 2012
Garis Keturunan
Aku di takdirkan mendapat garis keturunan
yang keras, bapakku seorang tentara yang sering bergerilya dari hutan satu ke
hutan yang lainnya. Ibuku juga mantan relawan dokter pada pasukan yang di
pimpin suaminya sendiri. Bertahun-tahun bergerilnya memimpin perjuangan melawan
rezim diktaktor yang di pimpin oleh temannya sendiri, mengkibatkan di lema
sendiri bagi Ayahku. Ketika dalam satu aksi baku tembak sedang berlangsung,
pasukan yang di pimpin oleh Ayahku berhasil memukul mundur pasukan pemberontak
yang di pimpin oleh temannya sendiri.
Dalam situasi yang menegangkan Ayahku berhasil menodongkan pistolnya tepat di kepala temannya. Adu argumen terjadi, sedang yang lainnya mengawasi dialog antar pemimpin itu. pistol yang Ayah pegang pelan-pelan di turunkan dan menghadap ke tanah. Di luar dugaan, tangan pemberontak itu menusukkan belati ke leher ayah dan kemudian menyayatnya secara melintang. Kejadiannya begitu cepat, salah satu anak buah Ayah langsung tanpa komando menusukkan bayonetnya ke punggung pemimpin pemberontak itu. bukan hasil kemenangan yang di dapat, tapi kesedihan yang kemudian melanda pleton yang di pimpin Ayahku. Begtulan kesimpulan yang selalu ku ingat. Kisah ini berhasil aku rekam dalam ingatanku. Hasil obrolan panjang dengan ibuku pada satu malam larut.
Aku dan Gola Gong
Penulis nyentrik ini telah membuat dunia novel menjadi lebih berwarna. setidaknya Novel Balada Si Roy adalah ungkapan dirinya terhadapa gejolak sosial yang telah mencederai nurani bangsa.
Dalam acara Radio Show di TV One 29 Februari 2012 Gola Gong memberi petuah dengan cukup ringkas dan di mengerti oleh ku sebagai penulis pemula. menurutnya ada empat aktivitas yang harus di miliki oleh penulis awal ataupun yang sudah profesioanal.
1. Mendengar.
Seorang penulis harus bisa membukakan telinga yang ada terhadap informasi yang di berikan, menangkap sekaligus menganilisnya. aktivitas mendengar tidak banyak membutuhkan energi. hanya kemampuan siap membuka diri adalah kunci sukses tidaknya mendengarkan. selain itu mendengarkan isi dari pesan dan kesan dari buku/novek yang kita baca. aktivitas mendengar tidak hanya dari telinga, tapi mendengarkan lewat bahasa pengarang adalah hal lain yang harus di kuasai.
2. Berbicara.
Aktivitas berbicara tidak hanya melulu soal kemampuan mengolah diksi-diksi dalam kalimat. tapi berbicara melalui bahasa tulisan sastra adalah kemampuan mengolah setelah mendengar dari berbicara. kemampuan berbicara sastra dalam olah diksi menjadi kalimat adalah kemampuan level tertentu. tentunya kalimat sastra. menurut saya diksi akan melahirkan efek berbicara yang dahsyat tak kalah dahsyatnya dengan berbicara melalui lisan. efeknya sama-sama luar biasa.
3. Membaca.
Apa yang kamu baca, itulah yang akan kamu tulis. nasihat seperti ini kerap muncul dalam buku2 panduan menulis. tapi menurut saya kalimat itu mempunyai pemaknaan yang luas. yang kita baca tidak melulu dari berbagai genre buku ataupun novel. seperti kang Gola Gong membaca dari dunia petualangan yang ia sukai. ataupun pengalaman anda sendiri: membaca dari peristiwa yang sedang terjadi, baik itu terkait sosial, budaya, hukum, politik, dan lainnya. membaca yang kasat memang terkadang mudah, seperti tulisan diatas buku. tetapi membaca pesan sebuah tuliasn adalah kemampuan lain yang mesti di miliki. apalagi bisa menyelami isi tulisan dari membaca yang tidak hanya memakai logika berpikir, tetapi juga memakai logika emosional-spiritual. dari membaca semua dimensi, kita mempunyai endapan informasi yang lebih banyak.
4. Menulis.
Aku sangat berterima kasih pada Guru Bahasa Indonesia yang telah mengajarkan kepadaku bagaimana membuat sebuah tulisan. menulias adalah perpaduan kemampuan imajinasi dan pilihan bahasa. menurutku menulis merupakan aktivitas yang tidak hanya melulu pada seputar eksprsi dan kenyataan. tetapi dari menulis kita mempunyai tanggung jawab terhadap sebuah peradaban. maka dari itu, antara guru dan penulis adalah hal yang tidak bisa di pisahkan satu sama lain. karena 2 faktor yang dapat merubah sebuah peradaban adalah dengan menjadi seorang Guru dan seorang penulis. tentunya tidak melupakan dari faktor lain yang bertebaran di muka bumi.
sekian dan terimakasih. cat: aku menuliskan poin dari Gola Gong dengan versi Tude San, sebagai nama pena.
Dalam acara Radio Show di TV One 29 Februari 2012 Gola Gong memberi petuah dengan cukup ringkas dan di mengerti oleh ku sebagai penulis pemula. menurutnya ada empat aktivitas yang harus di miliki oleh penulis awal ataupun yang sudah profesioanal.
1. Mendengar.
Seorang penulis harus bisa membukakan telinga yang ada terhadap informasi yang di berikan, menangkap sekaligus menganilisnya. aktivitas mendengar tidak banyak membutuhkan energi. hanya kemampuan siap membuka diri adalah kunci sukses tidaknya mendengarkan. selain itu mendengarkan isi dari pesan dan kesan dari buku/novek yang kita baca. aktivitas mendengar tidak hanya dari telinga, tapi mendengarkan lewat bahasa pengarang adalah hal lain yang harus di kuasai.
2. Berbicara.
Aktivitas berbicara tidak hanya melulu soal kemampuan mengolah diksi-diksi dalam kalimat. tapi berbicara melalui bahasa tulisan sastra adalah kemampuan mengolah setelah mendengar dari berbicara. kemampuan berbicara sastra dalam olah diksi menjadi kalimat adalah kemampuan level tertentu. tentunya kalimat sastra. menurut saya diksi akan melahirkan efek berbicara yang dahsyat tak kalah dahsyatnya dengan berbicara melalui lisan. efeknya sama-sama luar biasa.
3. Membaca.
Apa yang kamu baca, itulah yang akan kamu tulis. nasihat seperti ini kerap muncul dalam buku2 panduan menulis. tapi menurut saya kalimat itu mempunyai pemaknaan yang luas. yang kita baca tidak melulu dari berbagai genre buku ataupun novel. seperti kang Gola Gong membaca dari dunia petualangan yang ia sukai. ataupun pengalaman anda sendiri: membaca dari peristiwa yang sedang terjadi, baik itu terkait sosial, budaya, hukum, politik, dan lainnya. membaca yang kasat memang terkadang mudah, seperti tulisan diatas buku. tetapi membaca pesan sebuah tuliasn adalah kemampuan lain yang mesti di miliki. apalagi bisa menyelami isi tulisan dari membaca yang tidak hanya memakai logika berpikir, tetapi juga memakai logika emosional-spiritual. dari membaca semua dimensi, kita mempunyai endapan informasi yang lebih banyak.
4. Menulis.
Aku sangat berterima kasih pada Guru Bahasa Indonesia yang telah mengajarkan kepadaku bagaimana membuat sebuah tulisan. menulias adalah perpaduan kemampuan imajinasi dan pilihan bahasa. menurutku menulis merupakan aktivitas yang tidak hanya melulu pada seputar eksprsi dan kenyataan. tetapi dari menulis kita mempunyai tanggung jawab terhadap sebuah peradaban. maka dari itu, antara guru dan penulis adalah hal yang tidak bisa di pisahkan satu sama lain. karena 2 faktor yang dapat merubah sebuah peradaban adalah dengan menjadi seorang Guru dan seorang penulis. tentunya tidak melupakan dari faktor lain yang bertebaran di muka bumi.
sekian dan terimakasih. cat: aku menuliskan poin dari Gola Gong dengan versi Tude San, sebagai nama pena.
Kamis, 20 Desember 2012
Yellow Stone
Hatipun
tertakjub
Mendebarkan
hati yang mendengarkan
Semburat jingga
merambah kesunyian
Terlahir lagi
sebuah harapan
Jingga keemasan berubah pekat kelam
Melepaskan sendi-sendi yang tertahan
Sebuah pengorbanan yang
berulang-ulang
Kedamaian bersua harapan
Di Yellow Stone
ku berdo’a meniti asa
Semilir
anginya…
Menembus
jiwa-jiwa yang berbaja
Laksana bara
yang membara
Ilalang menguning tiba
Tanda pekatnya jiwa
Cacatnya lemahnya manusia
Bersendi sia-sia
Nestapa jiwa
bermandikan hura-hura
Tanda sakitnya
jiwa
Halilintar,
bergemuruh, iapun tak tergoda
Tanda hilang
cinta-Nya
Yellow Stone, tugu prasasti
ketiadaan
Pancang usia yang melanda
Dinda-Adinda
Kemanakah langkah-langkah ringanmu
Tuk bergerak ke jiwa-jiwa
Yellow Stone
lambang seia sekata
Di padang
inilah ku berjanji
Merobek rohani
yang hilang
Mematri kembali
ruh yang hilang
Surat
2 Minggu Jelang Milad Nabi Muhammad Saw.
Assalamu’alaikum, Apa Kabar saudariku yang tenang dalam
penghambaan-Nya, yang tak bergosip, tak ”terbuka” dalam seminar, dalam Ta’lim,
sudut-sudut diary PinK, dan seterusnya. Semuanya kamu simpan dalam sanubari
yang dalam, kamu tidak ingin Tuhan cemburu bila kamu sesumbar, atau Jumawa bak Antasena
dalam perang Bratayuda. Kamu mungkin mengucap sumpah setia seperti Gajah Mada
dalam sumpah Palapanya. Untuk tak berkoar-koar dalam membangun castil pribadi.
Satu sisi kamu mungkin ingin seperti Cinderrela yang
kehilangan sepatu kacanya, lalu kamu berharap akan bertemu lelaki tampan bak
Nabi Yusup As yang memakaikan sepatu kacanya di telapak kaki mu yang timpang
karena hanya sebelah yang memakainya. Itu normal dan wajar saja, setelah di
evaluasi secara jujur lewat dialog hati dengan Kalam-Nya dan juga Sabda Nabi
Muhammad saw penghulu zaman. Aku yakin kamu ingin sepeti Cinderela berjubah
Khumaira. Julukan paling romantis yang diberikan Nabi Muhammad kepada Aisyah
istrinya.
Dasar kamu sholeh!
sensitif sekali sama Tuhan? seorang pangeren bak Nabi Yusuf yang perfomanya
mampu hipnotis dayang-dayang Julaiha hingga darah kelancangan mengalir dari
ruas-ruas jarinya karena matanya terbelalak mendapati muka yang jernih bagai Air
Zam-Zam, tak kau hiraukan bila
penampilannya bak Fir’aun yang congkak mengaku sebagai Tuhan. Kamu mungkin
terbesit ingin seperti dayang-dayang Julaiha, tapi aku yakin kamu simpan Untuk
Tuhanmu yang Pencemburu.
Pangeranmu yang kamu idamkan akan lebih sopan ketika
memakaikan sepatu kacanya yang hilang, karena kaki kananmu terbungkus 2 lipat
kaos kaki yang putih itu. Juga karena menghargai perjuanganmu yang
habis-habisan, jatuh bangun dalam membangun raksasa kepribadian yang kokoh di
hadapan Tuhan. Kaos kaki yang mungkin pernah menemanimu dalam ketegangan
Demontrasi menutut kebijakan penguasa yang tak sesedap Indomie. Atau bahkan
menemani kakimu yang meloncati pager tinggi ketika alat kekuasan negara mulai
sesumbar.
Sungguh indah pribadimu wahai saudariku. Kamu saudariku,
mungkin akan terpagut memangku kedua tanganmu dalam pipimu yang alami, tak
tersentuh bedak kosmetik ala artis. Karena Pangeranmu yang ingin suci, ikhlas,
menjajari langkahmu hanya lelaki biasa, bahkan teramat biasa, kalau boleh aku
menebak pasti kamu akan memberi nilai 7,5. Tapi aku tahu kamu. Hatimu yang
bermahkota kalam-Nya tidak melihat penampilan luarnya saja, kamu akan berusa
menjajari ku sampai ke palung hati yang terdalam. Begitu jua diri awak.
Tapi nilaimu yang kamu
kasih itu, aku terima dengan lapang dada kalau kamu mau tahu, soal face ku. Karena
terkadang kamu dan aku di hadapkan pada kondisi-kondisi yang menohok untuk
berpikir realistis, pragmatis, dramatis, Optimis/pesimis, Apatis/Responsif,
bahkan mungkin politis. Pokoknya akhirannya IS saja. Kamu pasti tahu arahnya. Dahi
kamu mungkin akan sedikit berkerut ketika melihat wajah asliku yang tak
tertutup lagi oleh pencahayaan kamera digital era modern ini. Lesung pipitmu
akan mereda ketika melihatnya, berbanding terbalik ketika kamu melihat cetakan
foto 4x6 yang tampak licin tanpa bintang-bintang menghias wajah.
Saudariku wajahku kini ada 4 tanda bekas cacar yang
”meyerangku” pada usia 25 tahun. Satu usia yang membuat kesembuhan luka scar
pada bekas jerawat, relatif lambat di banding bila cacar menyerang pada usia
kecil. Diantaranya, 2 di hidung dan 2 di kening. Scar dihidung jadi mirip bekas
tindikan preman pasar kaget, dan kening mirip titik pada kaum Budha. Tapi
saudariku aku terima dengan damai, karena selalu ada hikmah yang akan ku tunai
suatu saat. Di usiaku yang menginjak ke 28 kadang wajahku masih di hinggapi
bintang-bintang, walaupun tak separah ketika ABG dulu.
Soal
gigi.
Gigiku
tak serata para lelaki iklan Pepsodent, atau Close Up. Tapi tetap bersyukur
gigiku tak setonggos papan seluncur. Semua normal saja layaknya gigi kaum
Sudra, yang tetap menjaga kesehatannya. Gosok gigi sebelum tidur adalah mutlak
bagiku, aku kadang merasa gigiku seperti meraung-meraung bila tertidur dalam
gigi penuh sisa makanan.
Soal
Bibir.
Bibirku
Alhamdulillah, dalam keadaan fii ahsani taqwim. Tidak sumbing juga tidak maaf
dower, walaupun setiap pandangan manusia tidak mesti benar. Semua karunia-Nya
ada pesan yang harus di pecahkan para keturunan Adam As. Sehingga tak perlu
berkecil hati atau mengeluh. Semuanya ada dalam Lauhul Mahfudz. Bibirku masih
mampu mengucapkan huruf Mim, Ba, Fa.
Soal
Hidung.
Hidungku,
syukur alhamdulillah tidak pesek juga tidak Mancung sekali. Semuanya masih
wajar saja. Masih bisa menghirup oksigen yang di sediakan Free oleh alam.
Saudariku aku tidak ingin mengilustrasikan keadaan ku pada Tokoh Sahabat
Rasulullah, Seperti Mushab Bin Umair yang ketampanannya membuat pintu-pintu
jendela di hangatnya pagi buru-buru di buka. Karena gadis-gadis ingin melukis di matanya rupa
Mushab bin Umair ketika berjalan menyusuri rumah-rumah penduduk. Karena diriku
tidak layak di bandingkan dengannya. Jubah Lusuhnya ketika sudah tersentuh oleh
iman, masih lebih berharga di bandingkan dengan Motor Supra X 125 yang jadi
tungganku. Tapi sanubari tetap ingin dekat dengan manusia yang di katakan oleh
Rasulullah seperti Bintang-bintang di langit.
Soal
Mata.
Mataku,
kelihatan sederhana, saking sederhanya Ibuku menyebutnya dengan mata Sayu,
alias Letoy. But is Okey. Mungkin imbas dari penyakit yang dari kecil aku
pernah rasakan. Penyakit Step membuat mataku sering menahan panas demam yang
tinggi. Begitu ibuku bercerita. Maka sampai sekarang, teman-temanku agak segan
memilihku sebagai Rois kerena performku yang kurang meyakinkan, di tambah kedua
mataku yang tampak sayu, tidak ada aura ketegasan yang muncul dari balik lensa
kedua mataku. Tidak sedang menyalahkan keadaan dan teman-teman, karena pada
dasarnya aku tak punya bakat-bakat dalam hal leadhership. Atau bakat itu baru
muncul ketika kondisi memberi tekanan dan amanah. Atau memang jiwaku yang
terlalu seniman, sehingga aku tak cakap dalam soal ketegasan memberi kritik.
Ataukah memang darahku yang selama ini mengalir dari gen Ayah dan Ibu tak
berbakat untuk menjawab kritik dengan kritik.
Ayah dan Ibuku selalu mengajarkan
untuk membalas keburukan yang di terima dengan perlakuan sebaliknya. Biarlah
Tuhan yang membalasnya. Begitu nasihat kedua ortuku. Jujur saudariku
letupan-letupan sebagai lelaki kadang muncul juga, ketika ketidak adilan menghampiri.
Kenyataannya fed backny pun tak seemosi yang di perkirakan, emosi yang ku
keluarkan kadang menyakitkan bagai kulit teriris sembilu, tapi bila itu salah. Penyesalannya
akan menutupi dengan dinginya salju tindakan yang mulai terarah. Saudariku, aku
tahu tak sehebat yang ku bayangkan.
Saol Alis
Alisku
lumayan tebal, dan hitam. Tapi juga tidak seseram alis pada tokoh monster, atau
karakter pada film yang menyeramkan. Akan memutih bila waktunya memutih. Ketika
remaja menghampiri, sering ku oleskan air kelapa pada kedua alis berharap bisa
tumbuh subur, semata memberikan pengahargaan terhadap rambut yang tumbuh untuk
melindungi terpaan langsung pada keringat yang mengalir. Mungkin Saudariku
kelebihan ku mungkin pada alis saja, alisku yang menurutku sangat indah. Tapi
aku tidak tahu bagaimana komentarmu. Aku tunggu bila kita berjodoh.
Soal
Rambut.
Cukup
subur, tapi kesehatannya perlu di pertanyakan lagi ole kamu wahai saudariku.
Karena beberpa helai rambut sudah berubah warna menjadi keperak-perakan.
Padahal dari lulus SMP aku tak pernah pake minyak rambut. Karena aku pernah
trauma dengan trend pemakian minyak rambut. Kedaan rambutku banyak di hiasi
oleh rambut yang memutih akibat overdosis dalam pamakain minyak rambut. Juga
karena kerena seringnya berganti jenis minyak rambut. Mulai dari merk yang
tradisional hingga yang bergaya trendi. Merk
yang traditional seperti, Air Kelapa, Air bonggol pisang yang didiamkan
semalaman, air daun sirih pun pernah meresap dalam pori-pori. Tanco, Lavender,
sampai minyak kemiri pernah mampir ke pori-poro kepalaku. Tapi alhamdulillah
minyak goreng belum pernah ku jadikan eksperimen. Karena bukan kesehatan yang
kuperoleh, rambutku akan bermahkotakan beratus lalat. Merek yang bergaya trendi
seperi Brisk, Gatsby, dan lainnya.
Di samping itu juga, berganti-ganti jenis Shampo,
menambah semakin rusak rambutku dengan tumbuhnya uban di kepalaku. Setelah itu
aku berazzam untuk tak mendekati minyak rambut, aku hanya memakai pembersih
rambut alias sampho saja. Alhamdulillah kondisi sudah membaik, ya walaupun
beberapa helai uban masih bisa di temukan sisa kerusakan hasil dari korban
iklan.
Soal Telinga.
Soal Kumis, Janggut, dan seterusnya.
Semoga kamu berkenan melihatnya. Bila garis takdir-Nya
mempunyai titik temu. Karena aku dan kamu tidak tahu arah titik itu hanya Dialah yang
Maha Tahu. Tugas aku dan kamu hanya berusaha menjangkau Frekwensi-Nya. Tapi
harapan bertemu titik itu dalam pertemuan yang didasari oleh kesadaran keimanan
bukan semata hawa nafsu. Bila tidak, mungkin ada rencana lain yang lebih ajaib
dari pemilik kata KUN FAYA KUN. Sekian dulu saudariku... dan Mohon Maaf. Terimakasih
banyak sudah meluangkan waktu untuk melihat lipatan-lipatan dalam tulisan. Yang
tidak sehalus kang Abik dalam novel-novelnya, tidak juga sepuitis Khalil
Gibran.
Pamulang 2, 19 Januari 2012
Pukul
3:30 Pagi.



