1. Orang yang (belajar) Quran, dan semua turunannya. Pada level ini Allah memberi jaminan kehidupannya akan lebih baik dari sebelumnya, mungkin tidak materi-pada saat itu-tetapi kahanifan dalam menjalani semua unsur hidup dan kehidupan. Allah jaga setiap saat, karena pembaca (pembelajar) sedang menjaga mata rantai emas sampai Allah sendiri yang kemudian memberikan jatuh tempo pada detik-detik terakhir kematian. Pembaca yang pembelajar seperti sedang menjaga mata rantai emas, bayangkan pembelajar alquran (tahsin) ingin bacaannya sesuai yang dikehendaki Allah SWT. Berarti pembaca punya tekad api untuk menjaga kalamullah tetap terbaca seperti yang Allah turunkan, lewat Malaikat Jibril diteruskan kepada Nabi Muhammad Saw di estafetkan kembali kepada para sahabat yang mulia sampai pada umat sekarang ini. Situasi seperti ini yang diihktiarkan oleh ahlul quran agar pembacaannya kembali kepada Allah. Allah menurunkan Alquran lengkap dengan cara membacanya, berarti ada wilayah Allah dan ada wilayah manusia-orang yang berusaha memperbaiki memperbagusi bacaan qurannya sampai mendekati mutqin dan berusaha untuk sempurna. Itu yang dimaui Allah SWT.
2. Setelah menjadi pembelajar, ia berusaha mengamalkan apa yang sudah dipelajari. Pendekatan paling sederhana, jika tak mau disebut pelik lagi rumit. Adalah mempraktikkan kepada diri sendiri, keras pada diri sendiri, ketat pada diri pribadi ketika melafalkan setiap huruf yang dihadapinya, tanpa terbesit untuk mengeluh sebagai produk ketidak seriusan dalam menyambut gembira huruf-huruf Qur'an. Satu dua berhasil, ada yang datang 'meminta' untuk dilatih, latihlah mereka dengan kesungguhan berbalut kelembutan seperti mengasuh bayi-bayi lucu tak berdosa. Lahir kemudian kepekaan terhadap bacaan dan kesungguhan untuk memperbaiki kesalahan. Kesalahan adalah bentuk kesadaran atas sesuatu yang dirasa penting dan pembaca menyadari sebagai keterlambatan yang tak disadarinya pada masa lampau. Pada titik inilah mentor menghadirkan pendampingan yang berbasis pada kelenturan yang tidak dilentur-lenturkan, sehingga pembaca awal memiliki kepekaan pada perjumpaan awal di kelas-kelas tahsin. Sampai di sini dulu ya. Semoga Allah memberikan kemudahan. Aaminn.