Tampilkan postingan dengan label ECBQ. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ECBQ. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 Juli 2026

Mata Rantai Emas

Allah memberi jaminan dan Ia sendiri yang menjaminnya lewat lisan Nabi Muhammad Saw, bahwa sebaik-baik kalian adalah:

1. Orang yang (belajar) Quran, dan semua turunannya. Pada level ini Allah memberi jaminan kehidupannya akan lebih baik dari sebelumnya, mungkin tidak materi-pada saat itu-tetapi kahanifan dalam menjalani semua unsur hidup dan kehidupan. Allah jaga setiap saat, karena pembaca (pembelajar) sedang menjaga mata rantai emas sampai Allah sendiri yang kemudian memberikan jatuh tempo pada detik-detik terakhir kematian. Pembaca yang pembelajar seperti sedang menjaga mata rantai emas, bayangkan pembelajar alquran (tahsin) ingin bacaannya sesuai yang dikehendaki Allah SWT. Berarti pembaca punya tekad api untuk menjaga kalamullah tetap terbaca seperti yang Allah turunkan, lewat Malaikat Jibril diteruskan kepada Nabi Muhammad Saw di estafetkan kembali kepada para sahabat yang mulia sampai pada umat sekarang ini. Situasi seperti ini yang diihktiarkan oleh ahlul quran agar pembacaannya kembali kepada Allah. Allah menurunkan Alquran lengkap dengan cara membacanya, berarti ada wilayah Allah dan ada wilayah manusia-orang yang berusaha memperbaiki memperbagusi bacaan qurannya sampai mendekati mutqin dan berusaha untuk sempurna. Itu yang dimaui Allah SWT.

2. Setelah menjadi pembelajar, ia berusaha mengamalkan apa yang sudah dipelajari. Pendekatan paling sederhana, jika tak mau disebut pelik lagi rumit. Adalah mempraktikkan kepada diri sendiri, keras pada diri sendiri, ketat pada diri pribadi ketika melafalkan setiap huruf yang dihadapinya, tanpa terbesit untuk mengeluh sebagai produk ketidak seriusan dalam menyambut gembira huruf-huruf Qur'an. Satu dua berhasil, ada yang datang 'meminta' untuk dilatih, latihlah mereka dengan kesungguhan berbalut kelembutan seperti mengasuh bayi-bayi lucu tak berdosa. Lahir kemudian kepekaan terhadap bacaan dan kesungguhan untuk memperbaiki kesalahan. Kesalahan adalah bentuk kesadaran atas sesuatu yang dirasa penting dan pembaca menyadari sebagai keterlambatan yang tak disadarinya pada masa lampau. Pada titik inilah mentor menghadirkan pendampingan yang berbasis pada kelenturan yang tidak dilentur-lenturkan, sehingga pembaca awal memiliki kepekaan pada perjumpaan awal di kelas-kelas tahsin. Sampai di sini dulu ya. Semoga Allah memberikan kemudahan. Aaminn.

Jumat, 25 Juli 2025

Tantangan dan Jawaban MQA

Tantangan dan Jawaban MQA

Edisi 25 Juli 2025

Guru

1. Kemampuan untuk menejemen kelas, hingga bisa mengatur dan membagi masing masing murid kedalam sitem waktu yang memungkinkan untuk mentalaqikan baris ustmani tanpa merasa ‘terbebani’ oleh durasi yang tersedia

2. Kecepatan untuk menganilisa murid dalam pembacan awal. Maksudnya seorang guru bisa menilai secara tepat pada sejak huruf pertama di baca.

3. Saling tukar informasi secara bersamaan dan pada saat berganti peran. Guru menilai bacaan murid, pada saat yang sama guru menjadi murid (mencoba menjadi murid dalam waktu yang cepat agar bisa menilisik isi pikiran murid terhadap kemampuannya sendiri) lalu kembali menjadi guru setelah si murid selesai membaca. Tetapi murid, cukup kesulitan dalam waktu yang bersamaan untuk menjadi guru dan membaca isi pikirannya. Kecuali mungkin pada pendidikan menengah keatas dan perguruan tinggi. Keduanya bisa berganti-ganti peran, dan bisa satu sama lain saling mengisi pikiran.

4. Menggunakan panduan mengajar sebagai cara pikir sebagai guru quran pada saat mengajar, atau sekadar diktat/dogma yang dibaca ketika kesulitan dari tiap halaman. Memperlakukannya sebagi teks semata tanpa repot-repot untuk meniti tiap halaman sebagai pandu jalan ia mendampingi anak per anak.

5. Tahu posisi dan memposisikan diri.

Siswa

Alif 6C kesulitan untuk menetapkan panjang pendek dalam durasi yang telah ditentukan oleh Ilmu Tajwid, Mad Jaiz, Tertukar huruf dan harokat Ghifari 6B, kesulitan untuk memahami konsep hamzah wahsol, dan juga mad

Hatim 6B, Kelancaran kalimat, konsep tasydid, dan huruf pilihan untuk mamahami huruf yang bertumpuk (Huruf Ja)

Jawaban dari siswa, belum siap untuk ujian, karena belum ada informasi sebelumnya, hingga ketiga siswa hari ini belum siap secara psikologi. Ini cukup menganggu kefokusasn mereka saat ujian.

Informasi cukup tentang persiapan materi, dan hari apa akan diuji kemampuan mereka, menambah kepercayaan diri mereka untuk bertemu dengan yanda atau bunda untuk melakukan test bacaan.

Pertanyaan dari para murid, bukan ada halaman yang perlu diperbaiki nggak yan?, atau yang semisal. Tetapi kebanyakan dari peserta ujian, “Lulus nggak Yan?” sebagai bentuk pernyataan mereka sudah ujian dan layak lulus. Sekilas wajar, tetapi cara mereka berbahasa adalah cerminan mereka belum siap 100 persen ujian.

Gerald 6E, Konsep dengung agar pembacaa stabil pada tiap kalimat dalam halaman buku ustmani

Arsyad 6E, Konsep mad turunan seperti mad jaiz dan mad wajib, konsep dengung hingga lebih stabil.