Jumat, 12 Juni 2026

Antara Penguasa dan Ulama

Suatu saat Khalifah Harun Ar-rasyid berkunjung ke pelosok desa Ar-Riqqah, beberapa puluh kilo dari istananya di Baghdad. Pada saat sama pula, seorang alim terkemuka waktu, Abdullah bin Mubarak yang terkenal kezuhudan, waro, dan tegas dalam membela kebenaran, datang pula ke Ar-Riqqah. Abdullah bin Mubarak juga dikenal sebagai ulama yang tak segan mengkritik penguasa.

Masyarakat kota kecil itu berbondong-bondong menyambut kedatangan Abdullah bin Mubarak yang memang telah mereka kenal sebelumnya. Mereka mendatangi masjid yang disinggahi Abdullah untuk meminta nasehat dan siraman rohani. Otomatis tempat menginap Harun Ar-Rasyid sunyi senyap. Ia pun lantas bertanya kepada salah seorang penjaganya, "kemana perginya penduduk daerah ini?" "Mereka semuanya berkumpul di masjid," jawab penjaga singkat. "Ada apa di sana," tanya khalifah penasaran. "seorang alim yang terkenal, Abdullah bin Mubarak, yang datang dari Khurasan sedang memberi ceramah dan petuah-petuah agama."

Karena begitu penasarannya, Khalifah segera menuju masjid tersebut. Dengan mata kepala sendiri, ia melihat begaimana orang-orang rela berdesakan dan berjubel, dengan khusu dan khidmat mendengarakan kalimat-kalimat yang menyejukkan hati dari mulut seorang yang mulia dan berwibawa.

Khalifah pun dibuat terpekur dan tertunduk. "Demi Allah! Dialah raja yang sebenarnya, rakyat mendatanginya dengan penuh keikhlasan dan kerelaan hati. Tidak seperti Harun, para pejabat datang kepadanya karena mengharap jabatan dan kekayaan," gumannya dalam hati.

Ibnu Ahmad-OASE-KHAZANAH-Sabili No.2 TH.IX hal.32

Senin, 08 Juni 2026

Konsep Diri

Beberapa hari yang lalu teman mengajar bercerita tentang seorang tetangga yang kedapatan menggantung lehernya pada seutas tali di batang pohon durian.

Ia juga memperlihatkan detik-detik menurunkan mayat yang terbujur kaku, orang-orang yang mengenalnya terlihat kesulitan melepas tali yang melilit disekitar lehernya. Mereka tampak kaget tak mengira orang yang dikenal pasrah pada sesuatu yang seharusnya bisa dihindari.

Betapapun peliknya sebuah masalah akan ada ujungnya,tak ada satupun masalah di dunia ini yang kekal, masalah ada batasannya, selagi masih ada tenaga untuk mencari celah solusi. Bunuh diri bukan "satu-satunya" cara untuk mengakhiri peliknya masalah. Justru sedang memperlihatkan konsep diri yang paling buruk dalam menghadapi masalah.

Ada banyak cara untuk keluar dari masalah. pertama, bercerita, petakan masalah, ketiga serahkan pada Tuhan. Memahami bahwa tidak ada yang terjadi di dunia, melainkan ada yang berkehendak membuat manusia tidak lekas putus asa. Ada banyak cara yang bisa dilakukan dan memohon kekuatan pada Tuhan yang maha esa. Kunci semacam itu menjadikan tetap mawas diri, tidak lekas terpuruk, dan ada banyak pundak untuk dijadikan sandaran. 

Selasa, 28 April 2026

Aku Sesuaikan Persangkaan Hamba-Ku

Rasulullah SAW bersabda bahwasanya:

Allah SWT berfirman: Aku sesuaikan persangkaan hambaku padaku dan senantiasa mengawasinya. Jika ia menyebutku ditengah keramaian aku akan menyebutnya di tempat yang lebih baik dari keramaian tersebut. Jika ia menyebutku dalam dirinya, aku akan menyebutnya dalam diri-ku. Dan jika ia mendekatiku sejengkal, aku akan mendekatinya sehasta. Dan jika ia mendekatiku sehasta, Aku akan mendekatinya sedepa. Dan Jika ia mendatangiku sambil berjalan, aku mendatanginya sambil berlari. Hadits Riwayat Muslim

Lembar pertama sebagai cover buku.