Sabtu, 18 Juli 2026

Dampak Jauh Dari Kurangnya Membaca

1. GAGAL NALAR


Ketika seseorang kesulitan mengakses pengetahuan dirinya, disebabkan merasa cukup dengan apa yang dimilikinya, maka pada saat yang bersamaan pengetahuannya akan membuatnya terlihat bodoh didepan pengetahuan itu sendiri. Tengoklah bagaimana konsep uji balistik. Pengetahuan yang ia miliki tumpul ketika ingin membedah satu permasalahan/situasi yang sedang terjadi hari ini, esok, dan kemarin. Mengiri dirinya bisa menunjukkan satu cacat logika, pada waktu yang sama luka intelektual tengah kering kemarau menunggu hujan solusi yang membuatnya makin terlihat dungu sedungudungunya. Ingin bersinar, justru sinarlah yang membukakan ketak linier antara sebab dan akibat. Dengan kata lain ambang batasnya nol argumennya juga mangkrak tak karuan. Kecerdasan analitik dan sintetiknya sangat memperihatinkan.

Usia boleh saja senja, rasa hangat intelektual yang terus di garang akan menunjukkan cahaya berpikir kritis-bukan serba kontra ria, tetapi memperlihatkan kedewasaan berpikir, ketenangan mengambil sikap, dan mengambil kesimpulan berdasarkan pengetahuan-pengetahuan hasil studi literatur dari beragam buku. Jika seseorang itu selalu mengedepankan i'tikad baik, maka ia dengan sendirinya akan berjalan pada : niat yang lurus dibarengi dengan ikhtiar maksimal.

Ketika tua menghampiri kehidupannya, lalu tak bisa menangkap pengalaman dari beragam pengalaman dirinya dan orang lain. Maka yang terlihat kemudian adalah analitik dan sintetiknya 0 egonya naik 100. Tak berlebihan jika kematian yang mungkin akan membuatnya bisa sedikit berpikir, bukan memanjangkan lidah lalu memendekkan akal.

0 Comments:

Posting Komentar