Tak ada yang benar-benar lepas dari trivial, ada campur tangan Allah dibalik setiap tindakan manusia. Ada wilayah yang mesti disusun berdasarkan design bukan semaunya sendiri alias accident. Perfoma seseorang dihitung argonya manakala tiap tarikan nafas jelang tidur, lalu bangun menjalani kehidupan berikutnya sampai tidur lagu. Ada banyak kegiatan, ada yang berbobot untuk menopang laju visi misinya, ada juga yang remeh temeh (trivial) sekadar untuk perpindahan agar ritme hidup tidak monoton. Lalu muncul kesegaran pikiran dan tindakan, yang diperoleh kemudian keajegan untuk menjalani sesuatu.
Trivial memang bisa menjebak, apalagi dikuti oleh keinginan untuk memenuhi barang sejenak dan sejenak. Tah-tahu sudah 3 jam menggulir Hape tanpa pernah menyesalinya, di besok pun sama. Kecuali memang sebagain besar penghasilan dari "hape", itu cerita lain dan memerlukan sudut pandang sendiri. Tetapi menjadikan kebiasaan trivial secara konsisten adalah tindakan yang menyakiti diri sendiri. Agama Islam membatasinya. Jangan melampaui batas.
Ketika sudah terjebak dan sulit keluar, lihat sekeliling apa dampak yang bisa didapatkan dari trivial itu, apakah lebih banyak kebaikan atau keburukan. Kebaikan dimensinya bisa sangat luas begitu juga sebaliknya. Jika pintu trivial terus saja dibuka ada banyak trivial lain yang terus mengikuti sampai tersadar kemudian sudah tersungkur sangat lama. Tak ada cela untuk memulainya lagi dari awal, dan berusaha untuk mengimbangi dengan kegiatan lain yang trivial tetapi bisa meningkatkan vibes yang positif, misalnya menatap ikan-ikan kecil di akuarium diteruskan dengan pengagungan terhadap cipataan allah.
Trivial tidak dilarang tetapi mesti dibatasi agar yang pokok tetap rapih dan bisa berjalan dengan harmoni. Ada saatnya, kehidupan manusia tidak memiliki ritme yang itu-itu saja, kaku, dan tidak ada humor sedikitpun. Garam yang cukup bisa membuat masakan terasa nikmat, kebanyakan garam bisa menghasilkan masakan terasa kurang nikmat. Perkaran-perkara remeh tidak bisa tinggalkan secara nyata, hanya saja porsinya disesuaikan saja.
0 Comments:
Posting Komentar