Minggu, 06 September 2026

Complex Cases Of Antisocial Behaviour

Jika ada seseorang yang menyakiti (entah dengan cara apa), lalu mereka mereka pelan-pelan membuat jarak yang signifikan, mulai menjauhi dan mundur pelan-pelan secara teratur dan terhormat, maka tetaplah untuk melangkah. Jika berhenti mereka akan merasa senang, sebab reaksi yang berlebihan. Mereka tidak mau minta maaf, bukan karena tak mampu, tetapi karena terlalu pengecut untuk lari tanggung jawab.

Ketika meminta maafpun sebab oleh posisinya yang sudah tersesak oleh keadaan-entah itu lingkungan atau tekanan organisasi. Tak ada ketulusan, yang ada hanyalah mengamankan situasi. Agar terus terkunci dalam labirin praduga tak bersalah.

Mereka terjebak oleh 'merasa paling' karena ribuan waktu telah dilaluinya dalam pengajaran. Kadang pengalaman tak sebanding dengan kedewasaan seseorang untuk lebih memendekkan lidah dan memanjangkan akal.

Cara menghormati sebuah pekerjaan masih jauh panggang dari api. Mereka masih melihat kebendaan yang melekat pada profesinya, bukan seberapa tukangnya seseorang dalam menguasai sesuatu. Jebakan lain adalah masih melihat pada sesuatu lahiriah, padahal Don't Just book by cover. Terjebak oleh sampul yang terlihat mewah tetapi rasanya seperti bayem sore.

0 Comments:

Posting Komentar