Minggu, 13 September 2026

FiloSofi TEKOđź«–

"Mari rajin menyimak sebelum singgah menyamak" 

Seperti udara yang memberikan naungan kehidupan kepada warga dan seluruh entitasnya. Nyatanya itu tidak berlaku bila udara terasa kaku dan keras seperti besi. Tidak dihirup nyawa menjadi taruhan, dihirup ada banyak zat yang melemahkan tulang dan sendi-sendi. Meski aroma busuk pun udara itu akan dibutuhkan ketika tak ada lagi pilihan, lama-lama aroma itu menjadi reduksi sendiri karena korosi sensor tubuh yang terbiasa.

Seperti emas yang tahan banting terhadap resesi dunia global. Bisa menjadi benteng sekaligus perlawanan terhadap ketunggalan sebuah wabah epigon yang melanda para punggawa orang-orang sekitar istana. Yang dengan percaya diri memandang segala sesuatu berdasarkan superego hasil kawin silang antara pragmatis dan suka pada wilayah abu-abu.

Pada satu titik, rezim membuat seluruh langkah bisa menjadi poltical pressure ketika cara lain tak bisa menghasilkan langkah besar dengan capaian pundi-pundi yang gendut dan bisa membawa langkah-langkah mudah yang licik layaknya serigala yang merebut buruan singa yang sedikit mengantuk. Serigala itu misuh-misuh sambil menggaruk giginya yang menyisakan serpihan daging antelope yang baru bisa jalan.

Belajarlah kembali soal-soal konteks agar tak beku menjumpai soal-soal rumit di antara jutaan teks yang bertebaran disemesta ini tanpa perlu merasa malu menagih intelektual pada teks-teks: aku nggak suka baca novel, aku nggak suka baca buku ilmiah, aku nggak suka baca buku self improvement, lalu untuk apa mempelajari ilmu public speaking yang basicnya mendengar, jika bergelut dengan teks saja malasnya minta ampun. Lalu berharap intelektual meroket ke langit. Sejumlah teka-teki perselingkuhan intelektual dimulai dari kehilangan humble reader terus menerus tanpa merasa "menjadi bodoh sejak dari bangku kuliah".

đź«–

Anjing yang mengeong menandakan ada palung yang telah tertimbun buruk sangka dan minim penghayatan. Untuk menjungkal saja orang membutuhkan skills apalagi untuk sekadar membual diantara para gombalis ternama. Menghentikan langkah seseorang dalam langkah problematik lebih mudah dari pada menjaga terus kepala ini agar terus berbaik sangka kepada Tuhan. Jalan meniti kadang rumpang-bolong sana bolong sini, cara menambalnya tetap konsisten untuk mendoakan seseorang menjelang tidur. Lakukan dengan cara sadar tanpa diawasi oleh serangan fajar dan sesekali datang terlambat di senam pagi seragam warna-warni.

0 Comments:

Posting Komentar