Selasa, 18 Agustus 2026

Asal Muasal Harta Karun

Saya buka sebuah majalah, kendati masih rendah pengetahuan soal-soal nalar, saya memberanikan diri. Masih mengenakan celana abu-abu, meski status sebagai mahasiswa semester pertama di sebuah kampus yang orang-orangnya, dari mulai satpam sampai pucuk pimpinan sudah mengamalkan pengetahuan agama yang dimiliki. Saya merasa beruntung, ada di situasi seperti itu.

Ada di bagian rubrik Tafakur, termaktub dalam Khazanah Sabili. No. 18 TH.VII. Halaman 32. Penulisnya berinisial Herry Nurdi, saya tidak mengenalnya tetapi saya merasa terhubung dengan pemikirannya. Hanya sebatas itu. Lagi pula tulisan itu sudah 24 tahun yang lalu. Seperti baru membaca kemarin sore. Berikut saya hadirkan kepada pembaca blog Tudesan tercinta. Selamat membaca.

Nama lengkapnya Qarun bin Yashar bin Qahits. Kalau dihitung-hitung, garis keturunannya masih dengan nabi Musa. Qarun hidup di zaman nabi Musa dan ia adalah salah seorang yang hafal di luar kepala kitab Taurat yang diturunkan kepada nabi Musa. Tapi celakanya dia adalah orang yang mengingkari isi dan semua risalah dalam kita tersebut.

Qarun adalah salah seorang pembesar di kerajaan Firaun. Ia termasuk pembesar yang kaya raya pada zamannya. Konon jumlah kekayaan Qarun sudah tak terhitung jumlahnya. Kunci gudang hartanya saja diperlukan 60 keledai yang kuat-kuat untuk mengangkut kunci-kunci tersebut kemanapun saja Qarun pergi. Tapi sayangnya, meski berharta banyak, Qarun adalah seorang yang bakhil sifatnya. Kikirnya setengah mati. Jangankan sebagian hartanya diberikan untuk sedekah, satu dirham pun ia tak rela lepas dari tangannya.

Sampai pada suatu hari turun ketentuan dari Allah yang mewajibkan pembayaran zakat sebanyak 25 persen dari total harta. Qarun yang kikir tak rela dengan aturan Allah tersebut, ia hanya mau membayar satu persen saja dari semua hartaynya. Maka dengan akal yang licik ia mencoba menghasut orang-orang bani Israil.

"Hai rakyat bani Israil, sungguh Musa itu akan merampas harta kalian dengan dalih perintah zakat dari Tuhannya. Dia mencoba menipu kalian," kata Qarun. Kemudian rakyatnya segera berseru menanggapi dengan menyerahkan segala permasalahan untuk diatur oleh Qarun saja. Maka segera Qarun merancang niat jahatnya.

Pertama-tama ia menemui seorang pelacur kondang di daerah itu dan memintanya mengaku bahwa pelacur itu telah berzinah dengan Musa. Sebagai gantinya sang pelacur menerima uang sebesar seribu dinar. Setelah skenario dirancang maka Qarun mengumpulkan banyak orang dan segera mengundang Musa untuk berceramah di depan mereka.

Kemudian dalam nasehatnya Musa menyuruh semua orang untuk tidak mencuri dan berzinah. "Barang siapa mencuri akan dipotong tangannya dan siapa yang berzinah akan dirajam dengan lemparan batu sampai ia mati," kata Musa. Seperti yang sudah direncanakan, nasehat itu disangkal oleh Qarun dan balik menuduh bahwa Musa telah melakukan Zinah. Qarun pun mendatangkan saksi sang pelacur yang sudah mendapat uang dari Qarun.

Tapi di luar dugaan, sang pelacur justru memberikan kesaksian yang asli, bahwa ia diberi uang oleh Qarun untuk memfitnah Musa. Kemudian nabi Musa segera bersujud, dan berkata, "Ya Allah, jika aku benar-benar Rosul-Mu maka tolonglah aku."

Kemudian Allah berfirman kepada nabi Musa, "Wahai Musa kujadikan bumi ini tunduk kepada perintahmu, maka perintahlah ia sekehendak hatimu." Setelah mendengar seruan dari Allah, nabi Musa berkata pada kaumnya, "Kaumku sekalian, barang siapa yang tetap setia pada Qarun ikutilah dia. Dan siapa yang bersedia menerima ajaranku, segera bergabunglah dengangku."

Kelompok pun terbagi, orang-orang yang taat pada Musa dan orang-orang yang setia pada Qarun. Setelah itu nabi Musa menengadahkan tangan dan berdoa, "Hai bumi telanlah Qarun dan pengikutnya." Maka bumi pun tunduk pada perintah Musa. Tak hanya itu rumah dan seluruh harta Qarun ditelan bumi pula sampai hilang dari pandangan mata.

0 Comments:

Posting Komentar