Ketika peran lebih mudah untuk tergantikan saatnya untuk tumbuh dan tambah, membiarkan para generasi muda untuk tetap mengeluarkan hal yang terbaik. Meski penganuliran nya sama sekali tidak terhormat. Sebab kehormatan seseorang seringkali untuk ditukar tambah dengan suka atau tidak suka. Bukan pada penting atau mubazir. Yang terjadi kemudian jalan ninja menjadi pilihan setelah pilihan menjadi "badut" tak juga memberi dampak. Dasar mereka hanya mengandalkan intuisi mentah hasil didikan ghibah dan gosip di sudut ruang dengan mata saling meruncing.
Ketika transaksional menjadi pilar-pilar muamalah, yang terjadi kemudian menusuk dari semua arah dengan membiarkan luka menganga. Lalu diam memperhatikan para korban bergelimpangan dengan tetap tenang. Mereka bersembunyi dibalik kebodohan yang menua bersama kebodohan lain yang terus menumpuk. Anomali terus muncul dari setiap sudut pikirannya. Mereka telah lama gagal nalar hanya untuk mengejar yang dasar. Sampai detik yang lama, mereka tetap terbata-bata untuk mengeja setiap pencitraan yang sebenarnya cara kerja seseorang. Mereka lupa untuk menilai diri sendiri karena sibuk membereskan karakter yang berserakan di atas sereal basi.
0 Comments:
Posting Komentar