Minggu, 16 Agustus 2026

Catatan Akhir Mengajarv

Dari sekian banyak catatan yang dimiliki seorang guru, tekadlah yang menjadi Api penggerak, setelah itu ada penjaga yang bernama misi, yang terua menerus digenggam.

Api tekad inilah yang akan menghubungkan dengan pengabdian atas nama ibadah (karena gg yg berkehendak demikian), agar api pengabdian makin terang di kemudian hari, meski dirinya tak lagi mengajar.

Alas ibadah sebagai landasan mengajar menjadi pilar asasi, prinsip seperti para ksatria itu, akan terus dikenang dan terpatri dalam sanubari meski sang pengabdi peradaban telah mendiang.

Prinsip layaknya ksatria akan menimbulkan daya nalar diatas rata-rata. Daya nalarnya mampu melampaui jenjang strata yang paling tinggi di negeri pemuja gelar. Meski gelar itu penting dan perlu, tetapi tidak menjamin kepastian semua ukuran kompetensi akademik. Apalagi mengukurnya harus memiliki selembar ijazah (mutlak tak ada kompromi). Menurut fiksuf abad ini; Ijazah tanda pernah belajar, bukan tanda mampu berpikir. Artinya jika ijazah tidak ditindak lanjuti dalam pembelajaran mendalam, maka ijazah itu akan sama kedudukannya dengan kedunguan macam firaun. Ijazah itu benda mati, pemiliknya lah yang memberiakan untuk penerangan agar tidak tersesat.

0 Comments:

Posting Komentar