Kamis, 18 Juni 2026

PEMBAWA-PEMBAWA CAHAYA

Di pinggiran Danau Toba, dari arah pusat rekreasi Taman Simalem (Dekat Banjae), tidak saja alam sedang melukis keindahan, tetapi juga melukis kesempurnaan. Bayangkan, Pulau Samosir dari kejauhan dipeluk kelembutan Danau Toba, Dan pelukan lembut antara bukit dan danau ini ditandai sinar sejuk matahari.

Bagi siapapun yang dibekali cukup kepekaan, tempat-tempat seperti ini serupa dengan buku tua makna yang terbuka. Ia rindu untuk dibaca. Danau dengan airnya adalah simbolik kelembutan. Gunung dengan batu-batunya adalah wakil ketegasan. Ketika keduanya berpelukan mesra, ia menghasilkan cahaya terang kesejukan. Ia seperti sedang berpesan kepada manusia (khususnya pemimpin), jadilah sekeras batu dalam mendidik diri sendiri, selembut air dalam melayani orang lain. Hasilnya, engkau pun jadi bercahaya penuh kesejukan.

Bunga-bunga mekar nan indah di pinggir danau sebagai contoh lain, ia seperti tersenyum memanggil, hai manusia, tersenyumlah. Oleh Gede Prama-Bekerja di Jakarta;tinggal di Desa Tajun, Bali Utara

0 Comments:

Posting Komentar