Sabtu, 28 Juni 2025

The Made Of Note Your Life

CHOICE OF LIFE

kebiasaan tidak tepat waktu

kebiasaan menyia-nyiakan waktu

kebiasaan pola belajar

kebiasaan suka mencontek

kebiasaan suka menunda

BE A GOOD FRIEND  

Eye Contact saat

berkomunikasi

hindari menertawakan kesalahan

menepati janji

berusaha menjadi pribadi yang jujur dan tidak munafik

CARA BERPIKIR

menulis buku

virus sekuler 

FRAME TOKOH PEJUANG

Mengajarkan Bagaimana seharusnya Manusia Berjuang

NILAIMU DALAM KEHIDUPANMU

lebih tersibuki dengan ketaatan ataukah kemaksiatan

SMART HUMAN

Thank you Allah, Dialah sebaik-baik penutup aib.

Thank you Allah, Menutupi hal yang gaib

thank you Allah, mencipatakan dalam keadaan sempurna

BELAJARbMENUNGGU

VIRUS-VIRUS HATI

ANUGERAH TERINDAH

CATATAN DAN MOTIVASI

3 Maret 2005

Testimoni: "Membaca kembali tulisanku yang sudah kutulis sejak tahun 2005, ada hal-hal yang membuat nyengir2 ketawa sendirian, entah dari kata-katanya, cara menyusun kalimat, juga 'intonasi' pemberian titik dan koma, dan seterusnya. 

Satu hal yang dapat ku mengerti adalah jika semakin banyak berlatih menulis makan semakin ada proses pendewasaan dalam sebuah tulisan. 

Aku pernah membuat karangan ketika pelajaran bahasa, kosa kata 'dan, kemudian' sering di ulang-ulang pada satu kalimat. Ada banyak keluguan. Tetapi anak-anak SMP sekarang juga pandai menulis. Lain dulu lain sekarang. Selera mereka segar dan cerdas. Ini mungkin salah satu dari faktor teknologi canggih era moderen yang sudah dini mereka kenali. 

Aku tertinggal dalam lompatan lorong-lorong waktu. <11 Maret 2013>

Jumat, 27 Juni 2025

Kamis, 26 Juni 2025

Mak Fia

seorang pemain mendapatkan pesanan. Pesanan itu sesuai kesepakatan. kesepakatan yang dibuat untuk membuat kesepakatan lain. Kesepakatan itu mengunci sekaligus menjerat. Menjerat siapa saja yang tidak sepakat. Jika ingin menang, maka pemain juga main. Jika pemain menolak, maka pemain masuk kuburan, itu paling fatal, paling menyayat ia akan terkapar dan melolong minta tolong untuk ditolong. Pada titik inilah pemain sama sekali tidak mendapatkan perlindungan, pun dari pelatih. Pemain terlalu mudah ditembus, hingga mudah pula untuk dijadikan sasaran keserakahan orang. Dan pertanyaanya, sampai kapan lingkaran itu akan terus bergilir.

Satu Masalah Dua Solusi

Ketika Tuhan menurunkan masalah sebagai bekal untuk membentuk kepribadian, disana ada paket solusi. Hal ini sering luput tuk jadi perhatian. Tuhan tak pernah memberikan sesuatu tanpa sesuatu yang lain, ini membuktikan kalau Allah punya caranya sendiri untuk mendidik hambanya sampai pada tahap-tak lagi memedulikan untuk menggerut kepada Allah. Maka masalah itu hadir sebagai jalan didik agar hamba melangkah lebih ringan lebih kuat untuk melerai semua jenis episode kehidupan. Allah tidak menurunkan masalah tanpa ada obat penyelesainnya. Satu masalah akan diselesaikan dengan dua solusi sekaligus.

wilayah antara masalah dengan solusi, disebut dengan Ihtiar (usaha), usaha ini yang akan dinilai oleh Allah sebagai argo yang akan terus berjalan. Orang ramai dengan deep learning, Allah sudah mengenalkan sejak dari Nabi Adam, untuk itulah keberadaan ihtiar menjadi wilayah yang akan terus dialumulasikan pahalanya, jiak ikhlas ada keberkahan yang tak terhingga. Allah sendirilah yang akan menentukan timbangan. Manusia berada dalam kondisi: Luruskan Niat dan Sempurnakan ihtiar.

Rabu, 25 Juni 2025

Lucu

ini lucu sesuatu yang belum diluncurkan sebagai mimpi, kalian sebut sebagai sesuatu yang nantinya membahayakan sebuah pekerjaan.

Yang kalian sebut sebagai motode yang paling baik, justru menjadi polemik berkepanjangan

seni ini disebut penolakan, yang alasanya belum pernah dilakukan, melainkan sesuatu yang membingungkan.

Selasa, 24 Juni 2025

Menulis Tanpa Membaca, Bisa Nggak?

BABAK 79
pondasi menulis ada di bacaan, jadi seberapa banyak kamu membaca sekarang? tanyakan pada dirimu sendiri yang ingin menjadi menulis, atau berjalan 'menjadi' penulis. Ketika menulis seperti menumpahkan air dari gelas sedikit demi sedikit. Air yang tumpah dari gelas sedikit demi sedikit itu adalah kumpulan endapan informasi yang keluar dari ingatan dari beragam jenis bacaan.

Membaca tanpa menulis rasanya sulit, karena menulis bahan-bahannya dari bacaan. Seberapapun pintar anda, kadang menemukan ide itu datang dari ide orang lain. Kalau ingin tulisan anda di baca, maka bacalah tulisan orang lain. 

Ketika membaca tulisan yang mungkin belum paham sama sekali apa maksud-maksud penulisnya, tetapi terus saja membaca sampai halaman terakhir. 

Pada satu waktu yang tidak terduga, informasi bacaan yang sama sekali belum dimengerti akan menggenang lagi dalam bentuk lain yang bisa dinikmati dari sisi yang lain, misalnya pemaknaan. Kesemuanya itu menuntut pada ketekunan membaca halaman demi halaman dan akan menjadi pelita di kemudian hari.





Senin, 23 Juni 2025

Escape From Personality

BABAK 78
Ada banyak kendala yang membuat kehilangan fokus saat dirinya menyiapkan sesuatu yang berubah menjadi petaka. Yang pertama adalah ruang yang dipersepsikan, seperti berkendara, pemandangan sekitar, Ruang dikonsepsikan ruang yang direncakan oleh dinas tata kota, mana pasar, sekolah, dan seterusnya, ruang yang dialami, ruang yang dirasakan. Seorang pendidik mengalami ruang-ruang itu, persis sepert kita membicarakan ruang kota atau desa. Di dalam dirinya terdapat banyak ruang untuk diisi, seperti mengisi gelas-gelas kosong. Apakah nantinya diisi setengah atau penuh, atau menunggu gelas itu berdebu, bahkan pecah, baru memikirkan bagaimana mengisinya. Mendidik yang objeknya adalah manusia, seperti kegiatan mengisi, tidak hanya setengah atau penuh, yang pasti mesti utuh. Mengisi akalnya dengan ilmu pengetahuan, mengisi hatinya dengan keimanan, dan mengisi raganya dengan kekuatan.

Jika dalam ruang kota, tidak ada anggaran untuk 'tangisan', tetapi dalam ruang yang dirasakan dalam hal ini kelas, maka ketika mengajar selalu ada "perkelahian" dan "kecemasan" yang diekspresikan oleh salah seorang murid menjadi salah dua titik fokus seorang pendidik. Karena ia menanguhkan kepribadian sebagai seorang guru, menjadi kepribadian seorang psikolog untuk sejenak.

Ia tidak sibuk dengan kepribadiannya sendiri, tetapi ia fokus untuk menjadi kepribadian seorang pendidik yang terus tenggelam dan tumbuh sebagai pendidik yang terbuka dan laku meninggalkan sejenak kekoloton sebagai guru tok, di sisi lain ia memakai kepribadian sebagai seorang pewaris kenabian. meninggalkan kedirian-kedirian semenjana dan terus melabeli dirinya sebagai guru saja, dan melupakan pandangan orang lain. Bisa jadi pandangan diri katro, dan mengakui pandangan orang lain sebagai pandangan yang bisa diterima. cekap semanten. 

Sabtu, 21 Juni 2025

Mentality

BABAK 77
Ketika guru membutuhkan upgrade diri berarti, maka ia sedang dalam mental untuk terus mengawal yang namanya Deep Learning. Alas dari pembelajaran mendalam adalah proses untuk terus bertumbuh. Alas terus bertumbuh menjadi bidak berpikir untuk kemudian menjadi pegangan agar selalu tersedia cukup argumen untuk menakar sekaligus memutuskan.

Seorang yang bertumbuh tanpa memerdulikan siapa dan apa yang akan diterima sebagai timbal balik dari kesediaan dirinya meluang waktu sejenak bahkan berjam-jam duduk-duduk mendengarkan orang lain, entah itu sebagai guru spiritual atau sebagai sumber pemberi informasi. Merasa tumbuh menjadi bekal untuk terus melangkah dirinya sebagai pengajar, sebagai guru yang digugu dan ditiru. Merasa butuh informasi dan merasa tak cukup untuk menyampaikan informasi terus menerus, adalah semacam bekal untuk membentuk mental seorang pembelajar. Di kepalanya selalu terpatri bahwa belajar sepanjang hayat, batasan sampai ia berjumpa dengan Tuhan-Nya. Mental itu terbentuk agar dirinya selalu dilingkungi oleh perasaan butuh tumbuh dalam segala hal, agar mentalnya pun tak mudah tergerus oleh remah-remah picik dan mentah.

Mental guru adalah berguru lagi, ketika ia menganggap dirinya sudah final, maka pecahlah pembuluh penasaran secara pelan-pelan. Segala tentang pikirannya dianggap adiluhung, tetapi pada dasarnya anggapan dirinya yang terlalu pecundang, air saja perlu mengalir kalau tidak akan keruh, apalagi dialektika ia harus terus diasar agar nalarnya tetap mendidih. Tak beku lagu menghasilkan produk-produknya itu saja, padahal eksplorasi bentuk mental terus mengalami naik turun. Ditambah guru tak berani melihat kedalam, apa sebenarnya kebutuhan dirinya. Hingga mengaggap program beban, bahkan selalu mencari celah untuk mentake down situasi agar bisa dikendalikan, dan menguntungkan dirinya. Inilah produk mentality yang cenderung kearah industri dalam tanda kutip. Cekap semanten.

Ini jakarta ya Pak?

1. terserang penyakit tipes

2. sulap kemplang

3. menunggu ibu pulang dari pasar

4. juara satu lomba cerdas cermat

5. bacaan quran ibu

6. fitnah itu pembunuhan karakter

7. jatuh dari pohon

8. idul fitri, dan makanan di saku

9. cublek-cublek suweng

10. berenang di selokan

11. drama solah subuh

12.BAB di kala hujan lebat

13. sembunyi di bawah tutup saji

14. jatuh di jembatan di kali klawing

15. ini jakarta ya Pak?

16. ngedot kemplang

17. pulang dari rantau (dikunjungi teman)

Rabu, 18 Juni 2025

Aku dan Han Kang

BABAK 76
The vegetarian, entah sampai kapan pembacaanku selesai atas nama sebuah novel, peraih nobel sastra 2024, beberapa tahun kebelakang belum mampu beli, antara buku dan keluarga masih silih berganti, jika sedang lapang, maka buku menjadi pilihan, jika sedang berhemat maka membaca judul dari novel-novel yang ingin kubaca sudah senang bercampur gembira.

"Buku sudah banyak, ngapain beli lagi" kata anak perempuanku yang diam-diam mengamati kecenderungan ayahnya ketika dapat uang lebih.

"Yang kemarin saja belum selesai bacanya" tambahnya.

Betul ucapannya, dan terbukti hari ini. di Islamic Book Fair, setelah muter-muter melihat-lihat stand yang berdiri kokoh, dan megah, aku kembali ke penerbit baca, melihat sabar polah pembeli dan apa yang mereka beli. Setelah bolak-balik mengelilingi buku, dan gocek tak terlalu banyak, kuambil novel Han Kang, dengan judul THE VEGETARIAN, sampai rumah buku itu akan mendapatkan komentar yang sama.

"Buku lagi, buku lagi" katanya. Dan nanti aku akan kasih senyuman saja pada putriku yang sekarang duduk di bangku kelas 4 SD.

"Ini hiburan terbaik ayah, salah duanya"